Salah Pilih Tambal Ban Tubeless? Benarkah Bisa Berakibat Fatal Dan Mengancam Keselamatan

//Salah Pilih Tambal Ban Tubeless? Benarkah Bisa Berakibat Fatal Dan Mengancam Keselamatan
By | 2016-04-08T07:30:17+00:00 September 13th, 2015|Tips-article|0 Comments

Tulisan ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti pembaca. Faktanya, masih banyak pengguna kendaraan bermotor, yang tidak memahami tambal ban tubeless yang benar dan memenuhi standar keselamatan. Padahal, salah pilih tambal ban tubeless berakibat fatal dan mengancam keselamatan lantaran kontak antara kendaraan dan jalan sangat bergantung pada bidang seukuran telapak tangan.

Sebenarnya, cara menambal ban tubeless dengan teknik tusuk dari arah luar atau “string tubeless” tidak dianjurkan oleh pabrikan ban. Sebab, metode ini dapat menyebabkan benang nilon putus dan kawat baja mengalami korosi.

Kondisi buruk akibat putus dan korosi tidak langsung terjadi setelah ban ditambal dengan cara string tubeless. Namun beberapa waktu kemudian, tekanan angin ban sering berkurang dan muncul “benjolan” pada bagian dinding atau telapak ban. Selanjutnya timbul retakan pada lokasi tersebut.

Kondisi ban yang mengalami benjol setelah tambal tusuk luar ini disebabkan oleh separasi pada lapisan karet. Sumber masalahnya dalah putusnya benang nilon atau kawat baja yang mengikat lapisan karet pada ban.

Jika mobil digunakan dengan frekuensi tinggi, semisal setiap hari dan ban diisi angin biasa (bukan nitrogen), kondisi ban semakin cepat memburuk dan berpotensi meletus kapan saja. Anda bisa tebak sendiri akibat selanjutnya jika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu.

Agar aman dari berbagai dampak samping yang membahayakan, ikuti rekomendasi pabrik ban ketika harus melakukan tambal untuk ban tubeless. Caranya, lubang ditambal secara permanen dari arah dalam dengan metode combi atauthermopress. Karena penambalan dilakukan pada bagian dalam, metode combi atau thermopress mengharuskan ban untuk dilepas dari pelek.

Karena ban dan pelek sudah pernah berpisah, usai pekerjaan penambalan, roda wajib di-balance ulang. Tentu saja, tambal ban tubeless permanen dari arah dalam ini membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal dibandingkan tambal model tusuk luar. Namun, Anda mendapatkan jaminan dari segi keselamatan dan berhemat karena ban (mungkin) masih bisa dipakai kembali untuk jangka waktu tertentu.

Berikut macam-macam tambal ban dikutip montirgw.com untuk montir mania:

1. Tambal combi / mini combi

Metode tambal permanen model combi atau mini combi digunakan untuk menambal lubang akibat tusukan benda tajam seperti paku yang menembus bagian alur atau telapak ban.

Diameter lubang akibat tusukan benda tajam pada alur dan telapak ban yang bisa ditambal dengan metodecombi tidak melebihi 6mm. Bahan penambal khusus model combi yang berbentuk bulat dilekatkan dengan lem sejenis semen ke lubang pada bagian dalam ban. Selanjutnya, tekanan angin akan membantu proses pelekatan bahan tambalan ke bagian dalam ban sekaligus menutup lubang.

2. Tambal thermopress

Khusus untuk menambal lubang pada telapak ban yang memiliki diameter lebih besar daripada 6mm. Bisa juga digunakan untuk menambal dinding ban yang mengalami sobek. Bahan penambal berupa lapisan karet setengah matang dan dilekatkan ke lubang di bagian dalam ban dengan bantuan lem khusus untuk suhu kerja hingga 160°C. Setelah melekat pada bagian dalam ban, bahan penambal akan “dimasak” oleh alat press dengan suhu sekitar 1500°C selama satu hingga dua jam tergantung kondisi penambalan. Lapisan karet setengah matang akan menutup seluruh celah lubang.

3. Tambal string tubeless

Penambalan dengan t-handle yang ditusukkan ke ban secara dipaksakan akan menyebabkan lubang akibat benda tajam menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Karena lubang tusukan membesar lapisan karet pada ban mengalami separasi. Karena sudah terpisah, area disekitar lubang tambalan mengalami gembung atau benjol. Dalam jangka panjang, benjol tadi berkembang menjadi retakan yang menyebabkan kebocoran halus dan lapisan karet yang terpisah akan semakin terbuka.

Tambal ban tubeless model tusuk luar menggunakan penambal yang terdiri atas serat-serat mirip tali. Karena berupa rangkaian serat yang disatukan, kemampuannya menutup lubang dan tekanan angin tidak bertahan lama. Dampaknya, terjadi kebocoran kecil yang mengharuskan pemilik mobil mengisi angin ban secara teratur. Jika masih merasa sayang untuk melepas ban luar yang sudah bermasalah karena tambal tubeless dengan cara tusuk luar, pilihan terakhir adalah memakaikan ban dalam untuk ban tubeless.

sumber: montirgw.com